Lanjut ke konten

219 Tahun Kota Padang Panjang

4 Desember 2009

Meski menyandang predikat sebagaikota kecil, tidak berarti Padang Panjang kecil dimata daerah lain.Bagaimana tidak dengan potensi besar yang dimiliki , kota berjuluk Kota Serambi Mekkah dan  terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1956. dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957 ini mampu sejajar dengan kota-kota lain di Sumatera Barat.

Melalui visi terwujudnya masyarakat Kota Padang Panjang sebagai warga kota Serambi Mekkah dengan pertumbuhan pendidikan, ekonomi dan kesahatan yang bernuansa Islami untuk mencapai kesejahteraan masyarakat., kota yang hanya memiliki luas sekitar 23 Ha ini tidak dipandang sebelah mata oleh daerah lain di Indonesia.

Untuk mewujudkan visi tersebut, daerah yang saat ini dipimpin oleh pasangan Suir Syam-Edwin berupaya mewujudkan kota Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekkah berbasis pendidikan yang bernuansa islami,mewujudkan ekonomi rakyat yang mandiri dan mewujudkan kota sehat sebagaimana tercantum dalam misi kota.

Secara geografis Kota Padang Panjang yang  terletak antara 0.27′ – 0.32; Lintang Selatan dan 100.20′ – 100.30′ Bujur Timur dikelilingi oleh tiga gunung yaitu Gunung Merapi, Singgalang dan Tandikat ini memiliki potensi seperti tanaman hias, sapi perah, sapi potong, usaha batu kapur, air mineral serta industri kulit dan memiliki potensi wisata seperti wisata alam, wisata agama dan wisata budaya.

Dipandang dari segi struktur perekonomian Kota Padang Panjang didominasi oleh sektor tersier diantaranya, sektor perdagangan, hotel, restoran, angkutan, jasa perusahaan serta sektor jasa-jasa yang menghasilkan konstribusi 68, 97% dari total PDRB.

Kemudian sektor sekunder diantaranya industri pengolahan, sektor listrik, gas, air bersih dan sektor bangunan yang menghasilkan konstribusi mencapai 20,19% dari total PDRB. Sedangkan sektor pertanian mampu memberikan konstribusi 10,84%.

Sesuai dengan data yang ada pada BPS tahun 2007,pendapatan perkapita masyarakat dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,38 persen. Kondisi ini  sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Propinsi Sumbar pada angka 6,34%.

Walikota H.Suir Syam mengatakan indeks HDI di Kota Padang Panjang sudah mencapai angka 75,8. Pencapaian itu setingkat dengan pencapaian Kota Padang, sehingga menempatkan Kota Padang Panjang termasuk ke dalam salah satu kota dari 15 kota peringkat terbaik pencapaian indeks pembangunan manusianya

“Sektor program P2KP/PNPM untuk tahun 2007-2008 Pemko Padang Panjang telah merealisasikan melalui anggaran dari APBD sharring  sebesar Rp 800.000 besaran yang sama dengan alokasi APBN.”ujar Suir Syam

Kesehatan adalah investasi yang cukup mahal, tanpa kesehatan yang baik tidak mungkin semua tujuan tercapai sesuai dengan keinginan.Dengan kesehatan yang baik apapun dapat dilakukan, baik bekerja, melanjutkan pendidikan, atau membangun suatu daerah.

Prinsip ini diterapkan oleh kota yang dijuluki “Serambi Mekkah” sejak tahun 2006 dengan mengasuransikan kesehatan seluruh warganya.Kalau daerah lain memilih prioritas pelayanan kesehatan hanya bagi warga miskin, kota ini telah mengasuransikan seluruh warga yang memiliki KTP Padang Panjang.Seluruh warga Padang Panjang diasuransikan sebesar Rp5 ribu/bulan kepada PT Askes, sehingga mereka dapat berobat gratis di seluruh rumah sakit dan puskesmas kecuali pensiunan dan pegawai negeri sipil (PNS)

Pemko Padang Panjang menggandeng PT Askes untuk memberikan asuransi kesehatan bagi seluruh warga, tidak peduli miskin atau kaya, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.”Tahun 2006, kita telah mengalokasikan dana sebesar Rp2 miliar untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat,” kata Walikota Padang Panjang, Suir Syam.

Disamping itu Pemko Padang Panjang membuat perda larangan merokok di tempat umum seperti rumah sakit, sekolah, serta menolak semua iklan rokok.Meski pemasukan untuk PAD dari iklan rokok ini berkurang hinga Rp80 juta, tetapi itu lebih baik karena bisa menekan biaya kesehatan masyarakat yang sakit gara-gara merokok,” kata H Suir Syam

Ia mengatakan, selama ini Pemerintah Kota Padang Panjang telah memberikan asuransi kesehatan gratis untuk warga kota. Diharapkan dengan larangan merokok biaya untuk klaim asuransi kesehatan warga bisa berkurang.“Jauh lebih besar biaya untuk mengobati warga yang sakit akibat rokok itu ketimbang dana yang didapat Pemda dari iklan rokok,” kata Wali Kota

Dari program dan kebijakan pemerintah kota di bidang kesehatan,kota Padang Panjang mendapat bermacam penghargaan dari Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, serta sebuah lembaga internasional GTZ Jerman dan Kementrian kesehatan berupa Manggala Karya Bhakti Husada Arutala & Swastisaba Wiwerda.Adek

Your browser may not support display of this image.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: